Tandang Juang Meunang!________________________@@@ Meretas jalan menuju pendidikan yang lebih baik
Kamis, 05 September 2013
Selasa, 26 Februari 2013
KURIKULUM ANYAR 2013 ULAH UKUR PROYEK
Sababaraha waktu katukang, rame dicaritakeun yen dina taun 2013 ayeuna, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan rek ngaluncurkeun kurikulum anyar pikeun jadi rujukan pelaksanaan pendidikan. kurikulum eta sempet di uji publik salila tilu bulan. Ngarasa eta kurikulum geus dianggap sampurna kusabab geus ngarupakeun revisi jeung hasil evalusai tina kurikulum 2006 KTSP dina waktu deukeut ayeuna, kementerian pendidikan dan Kebudayaan geus buleud rek nerapkeun ieu kurikulum.Tapi, Kang Kabayan sabenerna mah yakin teu yakin, naha tepat atawa henteuna eta keputusan ngaluncurkeun ayeuna-ayeuna kurikulum teh. Sabab salila ieu, salila Kang Kabayan jadi guru SD, rarasaan penerapan kurikulum KTSP 2006 oge can bisa disebut sampurna. Sainget Akang, ti mimiti sosialisasi nepi ka penerapan KTSP can aya nu karasa pas, samalah dina tahap sosialisasi keneh oge ukur digarap sakadaekna. Para guru ngarasa naon nu dijelaskeun ku para narasumber teh teu jelas poin pentingna. Atuh dina penerapanana komo deui, da loba guru nu can ngarti kana kurikulum KTSP, ahirna Kurikulum nya tinggal kurikulum, eh...ngajar mah, nya kitu weh, kumaha dewek. Matak Kang Kabayan mah asa hayang seuri. Jadi rarasaan teh, kurikulum 2006 (KTSP) can kungsi cacap diparake ku para guru, nya komo deui mahir ngagunakenana mah. Sakuduna ceuk Akang mah eta teh jadi bahan catetan penting, yen KTSP can kungsi cacap dievaluasi hasilna, naha berhasil jeung henteuna.
Narima berita yen KTSP rek diganti ku Kurikulum anyar, kang Kabayan ngan ukur bisa nyerengeh...naha bener eta kurikulum teh bakal dipake ku para guru, tuluy bakal ningkatkeun proses jeung hasil pendidikan? Ceuk pangrasa Akang (tapi punten lain pesimis) hasilna bakal angger kitu-kitu keneh, lamun para stake holder pendidikan ukur pinter najong BOLA (Kurikulum anyar) tapi teu pernah digocek, diaping nepi ka gawang keberhasilan. Maksud Akang, eta kurikulum teh kudu ngaliwatan tahapan nu sampurna,
- Kudu dikaji tuluy Uji Publik, naha layak jeung henteuna diluncurkeun ayeuna-ayeuna (ulah ukur target keur nyieun proyek wae);
- Kudu disosialisasikeun ku metode-metode publikasi nu sampurna, naha diklat-diklat atawa seminar anu berkualitas. Hartina ulah tepika aya distorsi, miskomunikasi, pastikeun para guru ngarti kana pesan penting muatan-muatan kurikulum nu rek dipake ku aranjeuna;
- Salila Kurikulum dilaksanakeun ku para guru di sakola, eta pisan anu kudu jadi perhatian kuat para pengawas jeung kepala sekolah, guru kudu di observasi naha langsung atawa teu langsung dina ngajarna. Terus saenggeus eta, pengawas, kepala sakola jeung guru bersangkutan kudu ngarefleksi hasilna, oge ngaevaluasi naon kaleuwihanana, naon kurangna, kumaha ngomeanana supaya jadi sampurna;
- Tah, dina poin katilu diluhur, kudu dilaksanakeun ku sarerea ku para stake holder pendidikan jeung para guru sebagai ujung tombak di lapangan. Kudu dilaksanakeun dina waktu nu pas, tong rurusuhan nganilai nyebut ieu kurikulum sampurna atawa henteu, samemeh di pake dilaksanakeun bener-bener nepi ka kaciri kumaha hasil belajar anak didik dina 3 siklus (mun SD 3 x 6 taun, mun SMP/SMA 3 x 3 taun);
Sakitu curhat jeung harepan Kang Kabayan, mudah-mudahan aya benerna, kajeun saeutik, tapi ieu teh kaluar tina sanubari Kang Kabayan nu miharep pendidikan di Indonesia teh bener-bener maju, bisa dirasakeun ku sararea, boh nu beunghar boh nu sangsara kawas Kang Kabayan. Hatur nuhun ka sadayana, tina sagala perhatosanana!
Diserat ku redaksi : Gurumuda Subang ( Kang Kabayan)
Selasa, 31 Juli 2012
Jumat, 02 Maret 2012
Kata Kerja Operasional (KKO) Sesuai Taksonomi Bloom
Tabel 1 : Kata Kerja Ranah Kognitif
Pengetahuan C1 | Pemahaman C2 | Penerapan C3 | Analisis C4 | Sintesis C5 | Penilaian C6 |
| MengutipMenyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mengidentifikasi Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasangkan Menamai Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis | MemperkirakanMenjelaskan Mengkategorikan Mencirikan Merinci Mengasosiasikan Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Mempertahankan Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan | MenugaskanMengurutkan Menentukan Menerapkan Menyesuaikan Mengkalkulasi Memodifikasi Mengklasifikasi Menghitung Membangun Membiasakan Mencegah Menentukan Menggambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulasikan Memecahkan Melakukan Mentabulasi Memproses Meramalkan | MenganalisisMengaudit Memecahkan Menegaskan Mendeteksi Mendiagnosis Menyeleksi Merinci Menominasikan Mendiagramkan Megkorelasikan Merasionalkan Menguji Mencerahkan Menjelajah Membagankan Menyimpulkan Menemukan Menelaah Memaksimalkan Memerintahkan Mengedit Mengaitkan Memilih Mengukur Melatih Mentransfer | MengabstraksiMengatur Menganimasi Mengumpulkan Mengkategorikan Mengkode Mengombinasikan Menyusun Mengarang Membangun Menanggulangi Menghubungkan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Merancang Merencanakan Mendikte Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasi Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekonstruksi | MembandingkanMenyimpulkan Menilai Mengarahkan Mengkritik Menimbang Memutuskan Memisahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan |
Tabel 2. Kata Kerja Ranah Afektif
Menerima A1 | Menanggapi A2 | Menilai A3 | Mengelola A4 | Menghayati A5 |
| MemilihMempertanyakan Mengikuti Memberi Menganut Mematuhi Meminati | MenjawabMembantu Mengajukan Mengompromikan Menyenangi Menyambut Mendukung Menyetujui Menampilkan Melaporkan Memilih Mengatakan Memilah Menolak | MengasumsikanMeyakini Melengkapi Meyakinkan Memperjelas Memprakarsai Mengimani Mengundang Menggabungkan Mengusulkan Menekankan Menyumbang | MenganutMengubah Menata Mengklasifikasikan Mengombinasikan Mempertahankan Membangun Membentuk pendapat Memadukan Mengelola Menegosiasi Merembuk | Mengubah perilakuBerakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Menunjukkan Membuktikan Memecahkan |
Tabel 3. Kata Kerja Ranah Psikomotorik
Menirukan P1 | Memanipulasi P2 | Pengalamiahan P3 | Artikulasi P4 |
| MengaktifkanMenyesuaikan Menggabungkan Melamar Mengatur Mengumpulkan Menimbang Memperkecil Membangun Mengubah Membersihkan Memposisikan Mengonstruksi | MengoreksiMendemonstrasikan Merancang Memilah Melatih Memperbaiki Mengidentifikasikan Mengisi Menempatkan Membuat Memanipulasi Mereparasi Mencampur | MengalihkanMenggantikan Memutar Mengirim Memindahkan Mendorong Menarik Memproduksi Mencampur Mengoperasikan Mengemas Membungkus | MengalihkanMempertajam Membentuk Memadankan Menggunakan Memulai Menyetir Menjeniskan Menempel Menseketsa Melonggarkan Menimbang |
Tabel 4. Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional
No | Klasifikasi Tingkat Kompetensi | Kata Kerja Operasional yang Digunakan |
1 | Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval) | 1. Mendeskripsikan (describe)2. Menyebutkan kembali (recall) 3. Melengkapi (complete) 4. Mendaftar (list) 5. Mendefinisikan (define) 6. Menghitung (count) 7. Mengidentifikasi (identify) 8. Menceritakan (recite) 9. Menamai (name) |
2 | Memproses (processing) | 1. Mensintesis (synthesize)2. Mengelompokkan (group) 3. Menjelaskan (explain) 4. Mengorganisasikan (organize) 5. Meneliti/melakukan eksperimen (experiment) 6. Menganalogikan (make analogies) 7. Mengurutkan (sequence) 8. Mengkategorikan (categorize) 9. Menganalisis (analyze) 10. Membandingkan (compare) 11. Mengklasifikasi (classify) 12. Menghubungkan (relate) 13. Membedakan (distinguish) Mengungkapkan sebab (state causality) |
3 | Menerapkan dan mengevaluasi | 1. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle)2. Membuat model (model building) 3. Mengevaluasi (evaluating) 4. Merencanakan (planning) 5. Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan (extrapolating) 6. Memprediksi (predicting) 7. Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil kesimpulan (inferring) 8. Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting) 9. Menggeneralisasikan (generalizing) 10. Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan-kemungkinan (speculating) 11. Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan (Imagining) 12. Merancang (designing) 13. Menciptakan (creating) 14. Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal (hypothezing) |
Senin, 23 Januari 2012
Xenia Maut Ternyata Digas Hampir 100 Km/Jam
Semula dalam keterangannya kepada penyidik, Afriyani mengaku rem mobil blong.
Umi Kalsum, Dwifantya Aquina
Saksi mata mengungkapkan, sebelum menghantam para korbannya, Xenia maut meluncur kencang tanpa kendali, bahkan sempat oleng. Kecepatan mobil tidak berkurang setelah belasan korbannya bergelimpangan.
Mobil baru berhenti setelah menabrak sekelompok orang lagi hingga mental dan masuk ke halaman kantor Kementerian Perdagangan..
Semula dalam keterangannya kepada penyidik, Afriyani mengaku rem mobil blong. Saat itu kecepatannya 70 km/jam, melampaui batas maksimal 60 km/jam. Namun keterangan baru yang diperoleh penyidik dari wanita bertubuh subur yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu, kecepatan mobil yang dikemudikannya ternyata lebih dari 70 km/jam.
"Tersangka mengakui kecepatan hampir 100 kilometer per jam. Dia pun bukan baru bisa menyetir, tapi dia mengaku sudah bisa menyetir mobil sejak SMA," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantor Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu malam.
Tersangka Afriyani Susanti, 29 tahun, terancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda Rp12 juta. Peristiwa kecelakaan maut tersebut melanggar UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Pasal 283, Pasal 287 ayat 5, Pasal 288 ayat 1 dan 2, Pasal 310 ayat 1, 2, 3 dan 4.
Dia terbukti berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum dan menghilangkan nyawa atas kecelakaan itu. Sebanyak sembilan orang telah meninggal dunia, 13 lainnya terluka, satu orang di antaranya dalam kondisi kritis di RSPAD Gatot Soebroto.
Sumber: VIVAnews
Jumat, 13 Januari 2012
ADA PIRAMIDA DI GARUT
Wah, Benarkah Ada Piramida di Garut?
Gunung Sadahurip berada di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan. Dalam penelitian sebelumnya di Gunung Sadahurip diduga terdapat bangunan piramida seperti di Mesir. Demikian pula di Gunung Haruman dan Kaledong yang terletak di Kecamatan Kadungora.
Tentang status ketiga gunung tersebut dinyatakan secara resmi sesuai surat staf ahli kepresidenan kepada Bupati Garut tertanggal 29 November 2011. Namun hingga kini belum ada tim penelitian lebih lanjut seperti penelitian pertama 2008 silam. Belum adanya aktivitas penelitian dari tim ahli kepresidenan tersebut, menurut Warjita karena menunggu hasil data sejarah tiga gunung tersebut dari Pemkab Garut.
(Vincen Hakim)
Sumber: Liputan6.com
PRODUK BARU PESAWAT TERBANG KARYA PT. DIRGANTARA INDONESIA
2014, Prototype N-219 Diluncurkan
PT Dirgantara Indonesia saat ini sedang mengembangkan pesawat N-219. Diprediksi, sebanyak 15 pesawat prototype N-219 sudah dapat diluncurkan pada 2014.
INILAH.COM, Bandung - PT Dirgantara Indonesia saat ini sedang mengembangkan pesawat N-219. Diprediksi, sebanyak 15 pesawat prototype N-219 sudah dapat diluncurkan pada 2014.
Direktur Teknologi & Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pengembangan pesawat ini didukung Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan. "Untuk membangun satu pesawat prototype ini membutuhkan US$4 juta jadi kalau lima belas pesawat langsung US$60 juta," ujar Andi di sela-sela kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di PT DI, Jalan Pajajaran 154 Kota Bandung, Kamis (12/1/2012).
Meski dengan segala keunggulan N-219, pihaknya belum mendapatkan maskapai penerbangan perintis yang mau mengoperasikan pesawat ini. "Saat ini, kita masih belum mendapatkan maskapai yang akan menggunakan N-219, PT DI bukan operator pesawat," pungkasnya.
Seperti diketahui, N-219 adalah pesawat generasi baru yang dirancang PT DI untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Pesawat ini menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih terutama di bagian logam konstruksi logam pesawat terbang.
N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya. Selain itu, pesawat berkecepatan maksimum 398km/jam ini mempunyai pintu fleksibel bagi penumpang dan kargo. Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini merupakan pengembangan dari NC-212.
(Dadi Haryadi)
Sumber: Inilah.com
Direktur Teknologi & Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pengembangan pesawat ini didukung Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan. "Untuk membangun satu pesawat prototype ini membutuhkan US$4 juta jadi kalau lima belas pesawat langsung US$60 juta," ujar Andi di sela-sela kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di PT DI, Jalan Pajajaran 154 Kota Bandung, Kamis (12/1/2012).
Meski dengan segala keunggulan N-219, pihaknya belum mendapatkan maskapai penerbangan perintis yang mau mengoperasikan pesawat ini. "Saat ini, kita masih belum mendapatkan maskapai yang akan menggunakan N-219, PT DI bukan operator pesawat," pungkasnya.
Seperti diketahui, N-219 adalah pesawat generasi baru yang dirancang PT DI untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Pesawat ini menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih terutama di bagian logam konstruksi logam pesawat terbang.
N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya. Selain itu, pesawat berkecepatan maksimum 398km/jam ini mempunyai pintu fleksibel bagi penumpang dan kargo. Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini merupakan pengembangan dari NC-212.
(Dadi Haryadi)
Sumber: Inilah.com
Langganan:
Postingan (Atom)
